Laman

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Kota-kota Tertua di Indonesia



1. Kota Medan 1 juli 1590


medan


Medan adalah kota terbesar di sumatera dan juga pintu gerbang wilayah indonesia barat bagi wisatawan. Kota ini di dirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kota ini adalah alternatif bagi perdagangan dari India Menuju China hingga seringnya berlabuh kapal-kapal asing di pelabuhan Medan.

pam tirtana medan


Pam air Tirtanadi

tiptop medan


Tip Top di Medan

2. Semarang 2 Mei 1547


Kota Semarang


Semarang adalah kota yang berada di jawa tengah dengan berbagai gedung-gedung tuanya peninggalan negara asing, di abad 8 semarang di kenal sebagai kerajaan Mataram dan pelabuhan simongan adalah pelabuhan tua yang pernah di kunjungi Laksamana Cheng Ho. Jendral ini juga mendirikan Klenteng dan Mesjid yang sampai sekarang masih berdiri yaitu Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

gereja semarang


Gereja Semarang

lewung sewu


Lewung Sewu


3. Jakarta 22 Juni 1527


Jakarta


Jakarta adalah Ibukota negara Indonesia dengan kepadatan penduduknya dari berbagai daerah dan sejarahnya yang kelam.
Dahulu Jakarta pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).
Dulu Jakarta di kenal dengan pelabuhan Sunda Kelapa dengan Ibukotanya Padjajaran (sekarang Bogor) yang bisa di tempuh selama 2 hari dari pelabuhan hingga sampai kotanya. Dan beberapa abad kemudian Kerajaan Tarumanegara adalah kelanjutan Kerajaan Sunda.
Kota ini menurut Bangsa Portugis kota yang super sibuk dari zaman kerajaan Sunda dengan berbagai perdagangan hingga pembuatan gedung-gedung dan stasiun untuk menghubungkan beberapa kota.


Museum Fatahillah


Museum Fatahillah

Stasiun Kota


Stasiun Kota 1929

4. Magelang 11 April 907 M


Kota Magelang


Berdasarkan peraturan daerah kota Magelang tahun 1889 di tetapkan tanggal lahir kota ini 11 April 907, Prasasti POH dan Mantyasih ditulis zaman Mataram Hindu saat pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M). dalam
prasasti ini disebut-sebut adanya Desa
Mantyasih dan nama Desa Glangglang, Mantyasih inilah yang kemudian berubah menjadi Meteseh, sedangkan Glangglang berubah menjadi Magelang.
Kota yang terbukti tua ini adalah jalur penghubung 2 kota lainnya yaitu Semarang dan Yogyakarta, sebagai kota alternatif Magelang dijadikan sebagai lalu lintas ekonomi oleh bangsa Inggris dan menjadi kota militer karena letaknya strategis.


Pecinan


Pecinan di Magelang

Pabrik Rokok
Pabrik Rokok di Magelang

5. Palembang 17 Juni 683 M

Swirijaya Kota Palembang


Yaa…inilah Kota tertua di Indonesia dengan sejarahnya yang panjang sebagai kerajaan bahari budha terbesar di asia tenggara yang mendominasi nusantara dan malaya abad ke-9 dengan julukan “Bumi Sriwijaya”.

Kapal Sriwijaya


Kapal Sriwijaya

Palembang dengan simbol jembatan ampera ini adalah kota terbesar kedua setelah Medan, di Barat palembang dijuluki Venice of the East(“Venesia dari Timur”).
Sebagai kota tertua di Indonesia yaitu tanggal 17 Juni 683 Masehi, berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang.


Jembatan Ampera


Jembatan Ampera

Terminal Cinde


Terminal Cinde Palembang

Kota ini dianggap sebagai salah satu pusat dari kerajaan Sriwijaya.
Serangan Rajendra Chola dari Kerajaan Chola pada tahun 1025,
menyebabkan kota ini hanya menjadi
pelabuhan sederhana yang tidak berarti lagi bagi para pedagang asing.
Berdasarkan kisah Kidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan disebutkan seorang tokoh dari Kediri yang bernama Arya Damar sebagai bupati Palembang turut serta menaklukan Bali bersama dengan Gajah Mada Mahapatih Majapahit pada tahun 1343.
Kejayaan Sriwijaya diturunkan kepada Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara.

Sabtu, 13 April 2013

Muhammad Al Fatih, Sang Penakluk Benteng Konstantinopel


“Konstatinopel akan jatuh ke tangan tentara Islam. Rajanya adalah sebaik baik raja, tentaranya adalah sebaik baik tentara.” (HR. Imam Ahmad)

Itulah petikan Sabda Rasulullah SAW ketika menggali parit Khandaq di hadapan para Sahabatnya empat belas abad yang lalu. Pujian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada raja dan tentara yang berhasil menaklukkan Konstantinopel, benar-benar melecut semangat jihad para pemimpin serta mujahidin yang hidup setelah beliau. Berkali-kali usaha ini dilancarkan, di antaranya: upaya penaklukan benteng Konstantinopel yang di lancarkan di zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan di bawah komando anaknya Yazid. Turut serta dalam pasukan ini Abu Ayyub al-Anshari, seorang shahabat Rasulullah yang pemberani. Namun usaha ini menemui kegagalan. Abu Ayyub al-Anshari akhirnya gugur ketika mengikuti pertempuran ini. Sebelum beliau wafat, beliau sempat berpesan kepada panglima Bani Umayyah; jika ia wafat, ia ingin sekali dikuburkan di bawah tembok benteng Konstantinopel. Pasukan muslimin pun menjalankan wasiat beliau; mereka menyerbu musuh sambil membawa jasad Abu Ayyub al-Anshari, hingga ketika mereka sampai ke tembok benteng Konstantinopel, para mujahidin menggali lobang, dan menguburkan beliau di situ, sesuai permintaan terakhir beliau.

BENTENG KONSTANTINOPEL

Konstantinopel, adalah salah satu bandar terkenal di dunia. Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya, Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis. Hal ini yang membuatnya juga mempunyai tempat istimewa ketika umat Islam memulai perkembangannya di masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam, seperti dinyatakan oleh beliau dalam hadistnya.

Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya, selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan. Cukuplah kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya.

MUHAMMAD AL FATIH SANG PENAKLUK

Hadits tersebut akhirnya terwujud 8OO tahun kemudian tepatnya pada tahun 1453 Masehi oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah kerajaan Usmaniyyah bersama 15O.OOO orang tentaranya. Sultan Muhammad yang menjadi raja pada usia 19 tahun adalah seorang negarawan ulung, panglima perang yang tangguh, teliti, dan terkenal ahli strategi. Menguasai ilmu pemerintahan, ilmu agama, sekaligus fasih bertutur 7 bahasa. Meskipun begitu, ia terkenal tawadhu dan rendah hati. Saat ini Kota Konstantinopel tersebut kita kenal sebagai kota Istanbul yang berada di Turki. 

Lalu dimanakah kehebatan sejati Raja dan tentaranya?
~ Pertama: Semua tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan shalat fardhu sejak baligh walau sekalipun.
~ Kedua: Setengah tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan shalat fardhu dan shalat rawatib sejak baligh walau sekalupun.
~ Ketiga: Sultan Muhammad Al Fatih sendiri tidak pernah meninggalkan shalat fardhu, shalat rawatib dan shalat tahajjud sejak baligh walau sekalipun.

Inilah profil sebaik-baik raja dan sebaik baik tentara yang telah diinsyarakatkan Rasulullah SAW. Semoga kisah Sultan Muhammad Al Fatih tersebut menjadi penyemangat untuk kita agar lebih meningkatkan amal shaleh sehingga bisa menjadi bagian umat terbaik di zaman ini. aamiin.

Jumat, 29 Maret 2013

10 Fakta Unik Tentang Indonesia



Indonesia memang unik, segala unsur di dalamnya menarik untuk dibahas. Inilah 10 fakta tersembunyi tentang Indonesia :
  1. Tiga Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan Juni. Bung Karno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.
  2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tersebut di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yang terdapat di bagian depan gedung.
  3. Sebelum digunakan oleh pemerintah Indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sebagai rumah peristirahatan Gubernur Jenderal Belanda. Tercatat 44 orang Gubernur Jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg.
  4. Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957.
  5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan.
  6. Lagu "Indonesia Raya" di ciptakan pada tahun 1924 dan dikumandangkan untuk pertama kali pada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.
  7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto.
  8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960.
  9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada tanggal 2 November 1949.
  10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.

sumber: 
http://koplernews.blogspot.com/2013/03/10-fakta-tentang-indonesia-yang-mungkin.html

sejarah timnas indonesia jaman hindia belanda


Tim nasional sepak bola Indonesia pernah memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA pada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Ironisnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan memiliki masyarakat dengan minat yang sangat tinggi terhadap olahraga sepak bola, menjadikan sepak bola olahraga terpopuler di Indonesia (selain bulu tangkis), namun Indonesia tidaklah termasuk jajaran tim-tim kuat di Konfederasi Sepak bola Asia

Sejarah

Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik seseorang yang berketurunan Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia milik bumiputra. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belanda menaruh hormat kepada PSSI lantaran SIVB yang memakai bintang-bintang dari NIVB kalah dengan skor 2-1 melawan VIJ.

NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.

Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.

Piala Dunia FIFA

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina

Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.

Era 1950

Setelah era Perang Dunia kedua, pada tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan mereka pada tanggal 17 Agustus 1945.Setelah itu, sepak bola Indonesia mengalami kemajuan di Asia. Mereka berhasil lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Indonesia berhasil melaju ke perempat final dan bertemu dengan raksasa dunia ketika itu, Uni Soviet yang ketika itu dikapteni oleh kiper terbaik dunia ketika itu, Lev Yashin. Ketika itu mereka berhasil menahan Uni Soviet 0-0. Namun pada akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-0 pada pertandingan kedua. Prestasi ini adalah prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah sepak bola di Indonesia.Pada tahun 1958, Indonesia juga merasakan hasil terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 1958 dimana Indonesia berhasil mengalahkan China pada ronde pertama. Namun mereka menolak untuk bertanding melawan Israel pada ronde kedua dikarenakan alasan politis. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah ikut dalam kualifikasi piala dunia hingga tahun 1970.Uniknya, setelah bertanding di kualifikasi piala dunia, Indonesia berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958 setelah pada perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan India 4-1.

Era 1960-1970

Pada era ini, lahirlah pesepak bola Indonesia yang terkenal di Asia antara lain Soetjipto Soentoro, Max Timisela, Jacob Sihasale, Kadir, Iswadi Idris, Andjiek Ali Nurdin, Yudo Hadianto, dll. Diantara mereka yang paling fenomenal adalah Soetjipto Soentoro. Ia adalah pemain tersukses di Indonesia dengan membawa Indonesia menjadi raja sepak bola Asia.Ketika itu Indonesia berhasil menjuarai berbagai turnamen yaitu Turnamen Merdeka 1961, 1962, 1969, Piala Emas Agha Khan 1966, dan Piala Raja 1968. Indonesia juga berhasil meraih medali perak dalam Asian Games 1966.Bahkan pemain Indonesia ada yang dipanggil AFC untuk menjadi bagian dari skuat Asia All Stars pada tahun 1967-1968. Mereka adalah Soetjipto Soentoro yang bertindak sebagai Penyerang Bayangan sekaligus sebagai kapten, Jacob Sihasale sebagai penyerang tengah, Iswadi Idris bertindak sebagai penyerang sayap kanan, dan Kadir sebagai penyerang sayap kiri. Ketika itu, mereka adalah kuartet tercepat yang pernah dimiliki Indonesia.

Era 1970-1990an

Era ini merupakan era dimana sepak bola Indonesia masih menjadi negara terkuat di Asia. Indonesia berhasil menjuarai Piala Pesta Sukan 1972 di Singapura untuk terakhir kali. Namun Indonesia sempat berjaya ketika mereka berhasil mengalahkan tim asal Amerika Latin, Uruguay.Ketika itu Indonesia berhasil mengalahkan Uruguay dengan skor 2-1. Beruntung ketika itu, Indonesia memiliki pemain yang bertalenta yang sangat mumpuni seperti Ronny Paslah, Sutan Harhara, Ronny Pattinasarany, Risdianto, Andi Lala, Anjas Asmara, Waskito dan pemain bekas angkatan Soetjipto Soentoro.Setelah itu sepak bola Indonesia berangsur mengalami penurunan. Terakhir mereka menjuarai SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Di kualifikasi Piala Dunia, prestasi terbaik hanya diraih ketika Indonesia berhasil lolos ke putaran final. Namun harus kandas di tangan Korea Selatan dengan agregat 1-6.Di Asian Games, Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah menembus semifinal tetapi kalah dari Kuwait pada partai perebutan tempat ketiga. Pemain pada masa itu yang terkenal adalah Ricky Yakobi. Tendangannya volinya yang mengejutkan lawan ketika Indonesia melawan Uni Emirat Arab dengan jarak yang cukup jauh di luar kotak penalty.

Piala Asia

Di kancah Piala Asia Indonesia pertama kali tampil di putaran final pada tahun 1996 di Uni Emirat Arab (UAE). Indonesia berhasil membuat kejutan di pertandingan pertama dengan berhasil menahan imbang Kuwait 2-2, tetapi akhirnya tersingkir di penyisihan grup setelah kalah 2-4 dari Korea Selatan dan kalah 0-2 dari tuan rumah UAE. Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam 

Piala AFF

Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger) dan hanya menjadi salah satu tim unggulan. Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua pada tahun 2000, 2002, dan 2004, dan 2010 (dan menjadikan Indonesia negara terbanyak peraih runner-up dari seluruh negara peserta Piala AFF). Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.

Kostum

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games 1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Piala Raja 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.

Kamis, 21 Maret 2013

Beberapa Perang Terbesar Sepanjang Sejarah


Perang Salib
Merupakan perang untuk merebutkan Yerussalem yang meluas menjadi konflik antar agama paling dahsyat sepanjang sejarah, dimulai sejak kaum Kristiani yang direstui Paus atas nama agama Kristen berusaha merebut kembali wilayah Yerussalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan Islam. Perang ini berlangsung selama beberapa periode dari abad ke-9 hingga abad ke-16 Masehi. Perang Salib pertama dilancarkan pada 1095 oleh Paus Urban II.
Perang ini mencuatkan nama Salahudin Al Ayyubi dan Richard “The Lion Heart” sebagai pahlawan di kedua belah pihak. Perang ini sedikit banyak memberikan pengaruh dalam mengantarkan Eropa menuju zaman Renaissance. Hingga saat ini, istilah Perang Salib masih dipakai untuk menunjukkan konflik antar agama yang berlangsung hingga saat ini.
Ekspansi Mongol
Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantari Eurasia selama 1 dasawarsa.
Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu. Cara dan tujuan Ekspansi Genghis Khan berbeda dengan kaisar-kaisar sebeumnya. Ia menghancurkan apa saja di depan mata, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan untuk memerintah, melainkan untuk menjarah, memerkosa, dan menculik gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang membuatnya di takuti di seluruh Eurasia.
Perang Dunia II
Berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945 ditiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Di Eropa, Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia. Selanjutnya dengan dibantu oleh Italia dan Uni Soviet, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya.
Di Asia, Jepang secara mendadak menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, menyeret Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang semula tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama Inggris dan Perancis. Uni Soviet yang tiba-tiba diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman melalui Operasi Barbarossa pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang berakhir pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan 50.000.000 tewas, lahirnya PBB, dan munculnya Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

Perang Dunia I
Perang ini berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 dilatarbelakangi Pangeran Franz Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Perang ini menghadapkan blok sentral (Austria, Jerman, Turki, Bulgaria) dengan blok sekutu (Rusia, Perancis, Inggris, Kanada, Italia, Amerika Serika).
Perang ini menjadi tonggak runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang. Perang ini menewaskan 40.000.000 orang di seluruh dunia dan munculnya depresi ekonomi 1929.
Perang Napoleon
Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil merebut kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa.
Namun Perancis tidak berdaya melawan Inggris dan Rusia. Perang Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Jumlah korban sekitar 3.250.000 sampai dengan 6.500.000 juta jiwa.
(Sumber:yesayanugroho.blogspot.com)

Ternyata Presiden Pertama Singapura Orang Indonesia



Presiden Pertama Singapura

Jika Presiden Indonesia berasal dari Indonesia, itu merupakan hal yang wajar dan lumrah tentunya. Namun, jika orang Indonesia menjadi Presiden di negri lain, itu ialah hal yang luar biasa. Tapi, ini memang benar, dari FAKTA yang ada.

Presiden pertama Singapura, adalah Yusuf Bin Ishak. Ayahnya orang Minangkabau dan ibunya berasal dari Langkat (Sumatera Utara). Ia lahir di Perak, 12 Agustus 1910, sulung dari keluarga yang beranggotakan 9 orang. Meninggal di Singapura, 23 November 1970. Ia juga satu-satunya presiden Singapura hingga sekarang yang keturunan Melayu.

Pada 3 Desember 1959 Yusuf Bin Ishak dilantik sebagai kepala negara (Yang di-Pertuan Negara) Singapura. Seiring dengan keluarnya Singapura dari Federasi Malaysia dan merdeka pada 9 Agustus 1965, status beliau menjadi presiden negara kepulauan hingga 1970 beliau meninggal dunia.

Wajahnya pun diabadikan pada pecahan-pecahan uang kertas Singapura

Sabtu, 16 Maret 2013

Kisah Cinta Sayyidina Ali dengan Fatimah Azzahra Yang Patut Dijadikan Contoh





Ada rahasia terdalam di hati sayyidina ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-i.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilahkan. Yang ini pengorbanan.Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ””Aku?”, tanyanya tak yakin.”Ya. Engkau wahai saudaraku!””Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?””Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?””Entahlah..””Apa maksudmu?””Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!””Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu.”

Kemudian Nabi saw bersabda: “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:“ Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”

sumber:http://iniunic.blogspot.com/2013/02/kisah-cinta-sayyidina-ali-dengan.html

Jumat, 15 Maret 2013

10 Kuburan Massal Paling Mengerikan Yang Pernah Ditemukan

Setiap kita dan di setiap agama mengajarkan kita untuk menghormati manusia bahkan yang sudah meninggal. Acara pemakaman / penguburan bahkan menjadi suatu yang sangat skaral dan momentum...
Namun sejarah mencatat.. banyak kejadian yang memilukan dan tak selayaknya terjadi, dimana mayat - mayat tergeletak serampangan bahkan ditumpuk - tumpuk seperti daging busuk..Mayat - mayat yang ditemukan kadangkala berderet seperti bangkai ikan sarden tanpa pemakaman yang layak..
Meskipun kadang sejarah menemukan dan mencatat tiap individual yang terbaring ini menjadi bagian yang besar dari sejarah. Namun saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi di masa depan ..
dan berikut ini adalah 10 kuburan masal yang paling diingat untuk kepedihan dan sisa-sisa bayangan kematian yang menghantui bagi yang hidup..


10. Pembantaian Maguindanao 




3 tahun yang lalu, pembunuhan massal dalam sejarah jurnalistik yang paling brutal terjadi, di mana sedikitnya 34 wartawan sengaja dibunuh sebagai korban dari terorisme politik.
Ada ketegangan di Maguindanao (sebuah provinsi di sebuah pulau di Filipina) saat pemilu sedang berlangsung, dua anggota ysng saling mencalonkan dari partai yang sama berjuang untuk kantor yang sama.
Wakil Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu, yang mengajukan sertifikat tentang pencalonan, menerima ancaman bahwa saingannya (pendukung keluarga Ampatuan Andal, Sr ) akan memotong dia menjadi bagian kecil sesudahnya.



Dia Berpikir dengan adanya 37 wartawan untuk meliput akan mencegah hal-hal seperti itu terjadi, lalu dia mengundang 37 dari mereka untuk menemaninya.
Sayangnya, mereka tidak gentar, saat rombongan Walikota Esmael "Toto" Mangudadatu dihentikan oleh 100 orang bersenjata yang kemudian membantai mereka semua atau sebagian kelompok Mangudadatu dalam paling keji cara (misalnya yang perempuan, dari beberapa wartawan, diperkosa dan ditembak di alat kelaminnya) .
Korban-koraban ini siap untuk dimakamkan di kuburan massal yang sudah digali dua hari sebelumnya (bersama dengan kendaraan mereka), sampai mereka tertangkap tangan oleh helikopter. Sebanyak dari 58 orang tewas,disamping korban wartawan, ada juga istri Mangudadatu , dua saudara perempuannya, serta beberapa pengacara dan para pembantunya.


9. Stadion Duraiappa



Ini stadion olahraga hanya salah satu saksi dari korban perang sipil Sri Lanka yang bertanggung jawab untuk lebih dari 65.000 kematian. Stadion ini dulunya rusak secara struktural dan ditinggalkan selama konflik, lalu direnovasi tahun 1999 yang seharusnya menjadi lebih nyaman.
Sampai beberapa pekerja yang menggali pondasi Boney. Apa yang ditemukan adalah, sisa-sisa kerangka yang dipadatkan dari 25 mayat, dua di antaranya adalah anak-anak.
Meskipun ada beberapa misteri tentang keadaan di sekitar kuburan massal ini - dan metode forensik tampaknya tidak tepat digunakan dalam mengungkap dan bisa saja menghancurkan bukti yang diperlukan - 12.000 warga sipil dikatakan telah hilang sejak awal konflik, banyak warga masih mencari anggota keluarga mereka yang hilang, berharap ditemukan di kuburan masal ini.


8. Pulau Kepiting



Monumen di Crab Island
Pulau yang terletak di bagian utara New York Danau Champlain digunakan sebagai rumah sakit selama Perang tahun 1814 dari Plattsburgh untuk pasukan Amerika dan Inggris.
Menjadi pulau terdekat dengan tanah di mana konflik yang sebenarnya terjadi, orang mati - beberapa di antaranya terdampar di pantai - yang diletakkan berderet dalam situs kuburan massal di selatan rumah sakit.
Semua mayat kecuali prajurit tingkat atas, mayat mereka ditumpuk - tumpuk dalam kuburan masal tanpa nama.
Tahun 1908 kuburan dengan mayat2 yang memiliki nama dan identitas yang berbeda, diperingati dengan dibuatkan obelisk granit yang ditugaskan oleh Kongres.


7. Pembantaian Vukovar



Pembantaian Vukovar adalah salah satu bukti lagi untuk eksistensi kejahatan manusia. Berlangsung pada tahun 1991 di luar kota Vukovar, yang berliku turun dari pertempuran, 264 orang kebanyakan warga Kroasia korban sebagian besar warga sipil dan pasien rumah sakit dikirim ke kamp penjara militan Serbia.
Sebagian besar dibunuh dengan penembakan, sementara beberapa dipukuli sampai mati-, mayat-mayat itu kasar dibuang di parit yang digali dan ditimbun dengan bulldozer kembali.
7 orang yang dianggap bertanggung jawab sejak dituduh melakukan kejahatan perang mengerikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk negara eks-Yugoslavia (pemimpin militer Yugoslavia Veselin Šljivančanin dan Mile Mrkšić telah dihukum, sementara beberapa orang lainnya meninggal sebelum persidangan dan / atau bunuh diri).


6. Pulau Hart



Pulau ini digunakan sebagai kamp Tawanan Perang selama Perang Sipil pada tahun 1865, dan Konfederasi yang meninggal di sana dimakamkan di pulau itu, bersama dengan tentara Uni yang tersisa yang akhirnya direlokasi.
Tapi hal-hal mengerikan sebenarnya adalah yang mengikuti perang, setelah New York City membeli pulau tersebut pada tahun 1869, mereka memutuskan untuk membongkar kuburan massal tersebut.
sebuah artikel dari New York Times tahun 1874 berjudul "Tempat dimana orang-orang tidak dikenal dikuburkan" menggambarkan prosedur bagaimana penanganan mayat-mayat di tempat itu.
Mayat-mayat tidak dikenal dan sisa-sisa tubuh dari orang dewasa dan anak-anak dibuang di parit besar dan difoto. "Foto-foto dan plot diberi nomor yang sesuai sehingga kerabat potensial dapat, setelah mengidentifikasi tubuh, memberikan penguburan yang layak.
Tapi sering kali mayat-mayat ini tak berwajah yang diperkirakan tidak punya teman (beberapa telah meninggal karena bunuh diri), sedangkan kerabat lainnya terlalu miskin untuk membeli pemakaman yang layak.


5. Black Death di Inggris Raya



Ketika wabah pes (alias "Black Death") melanda Eropa di abad ke-14, metode penguburan tradisional hampir tidak ada karena sepertiga dari populasi orang di Eropa mati.Prosesi Tradisional disisihkan untuk kelompok kaya, dan mayat lain hanya ditumpuk-tumpuk seperti ringsokan
Praktek semacam ini menjadi prosedur standar di saat wabah, seperti ketika wabah menyerang lagi di Inggris dalam bentuk Wabah Besar tahun 1665 (kali ini menewaskan 100.000 orang, sekitar 20% penduduk London).


4. Iraknya Saddam



Irak sejak 1980-an telah menjadi pemakaman masal di mana korban genosida (kebanyakan dari suku Kurdi, seperti pada 1983), pembantaian, dan eksekusi dilakukan untuk meleyapkan penghalang kekuasaan.
Ada sekitar 250 kuburan masal dilaporkan telah ditemukan 40 diantaranya telah dikonfirmasi, dan satu juta warga Irak yang hilang - seratus ribu diduga berada di salah satu plot kolektif ini.
Beberapa kekejaman paling terkenal Irak termasuk mengumpulkan dari 8.000 orang suku Kurdi pada tahun 1983 dan pelaksanaannya di tengah gurun terpencil,dengan senjata serangan antara tahun 1986 dan 1988 di mana Angkatan Udara Irak menjatuhkan bom kimia di desa-desa Kurdi, menewaskan 5.000 orang secara langsung (dengan lebih banyak menderita jangka panjang karena menjadi cacat), dan Kampanye Anfal 1988 yang mengakibatkan 182.000 orang suku Kurdi hilang, dari kalangan anak-anak dan wanita diduga dikuburkan di kuburan masal.


3. Chechnya



Kuburan masal di Chechnya banyak bermunculan sejak awal Perang Chechnya pada tahun 1994.
Pada 2008, situs 57 situs pemakaman massal telah ditemukan, yang mungkin berisi ribuan mayat, 5.000 di antaranya adalah warga sipil yang menghilang di tengah-tengah Perang Chechnya Kedua pada tahun 1999. Kuburan massal terbesar dari semua adalah di Grozny dan berisi 800 mayat (dari Perang Chechnya Pertama).
Saat beberapa negara mencoba untuk membantu mengidentifikasi berbagai mayat untuk keluarga yang ditinggalkan , Rusia memiliki kebijakan " Dilarang Menggali!".


2. Uni Sovietnya Stalin




Amidst a totalitarian Soviet Union, and under the crushing hammer of Joseph Stalin, great numbers of Soviet citizens as well as foreigners were executed outright by the famous “secret police” – most popularly via a bullet to the base of the skull – in numbers that reached 700,000 (all dumped in mass graves) by the time of the Great Purge of 1937-1938, whereby all of Stalin's political opponents were effectively silenced.

Di tengah-tengah totaliter Uni Soviet, dan di bawah palu yang menghancurkan , sejumlah besar warga Soviet serta asing dieksekusi langsung oleh "polisi rahasia" yang terkenal - yang paling populer melalui peluru ke dasar tengkorak - dalam jumlah yang mencapai 700.000 (semua dibuang di kuburan massal) pada saat Pembersihan Besar 1937-1938, dimana semua lawan politik Stalin secara efektif dibungkam dan dilenyapkan.
Ini adalah cara utama untuk menempatkan rasa takut Stalin ke dalam hati orang-orang Soviet - ketakutan yang dapat cukup mudah dibentuk menjadi semacam perasaan putus asa sehingga menjadi kesetiaan oleh mereka yang tidak ingin mengalami nasib seperti penghuni kuburan masal.

Kuburan-kuburan yang tersebar di bekas Uni Soviet akan diingat sepanjang waktu, dengan jumlah mayat mengerikan yang ditemukan di:

  • Bykivnia, 120,000-250,000 mayat
  • Kurapaty, 30.000 - 200.000 mayat
  • Butovo, lebih dari 20.000 mayat
  • Sandarmokh, lebih dari 9.000 mayat.



1. Ladang Pembantaian Kamboja



Pol Pot adalah salah satu nama yang pantas disejajarkan dalam daftar yang mencakup orang-orang seperti Adolf Hitler dan Joseph Stalin, sebagai pelaku genosida dengan jumlah korban yang mencengangkan.
Dia mempunyai 20.000 kuburan massal di bawah kepemimpinannya, yang berisi minimal 1,38 juta mayat..
Penghuni kuburan massal Pol Pot adalah: siapa pun yang terkait dengan (atau dicurigai), mantan pejabat pemerintah, intelektual / profesional, dan berbagai etnis / agama kelompok yang dipilih oleh rezimnya.
Rezim Khmer Merah hanya berlangsung dari akhir Perang Saudara Kamboja (1975) sampai 1979, tapi pada saat itu rezim ini telah melakukan banyak kerusakan dan kebinasaan mengerikan di Kamboja